Sunday, 10 November 2013

Bersyukur

Yep, kantor sudah mulai terasa sepi hari ini setelah beberapa hari lalu 5 orang harus berpindah ke kantor yang baru karena lebih dibutuhkan disana dengan pengalaman dan keahlian mereka, saya yang biasanya membuat onar pagi pagi dengan meminta absen kepada orang yang lebih dulu membuka sambungan internet karena sering datang di menit menit akhir jam masuk kantor, tidak melihat wajah wajah yang biasanya saya lirik setelah masuk ruangan terasa janggal. Sekarang banyak sekali bangku kosong belum terisi dengan orang orang baru yang mana tahu kapan datang ditambah lagi ruangan terlihat lebih besar hanya berisi 7 orang.
...
Kemudian saya, apa memang harus bertahan tanpa perkembangan di tengah tengah comfortzone seperti ini, iya-pun memang banyak tanggung jawab yang memang harus terpenuhi 3tahun kedepan, meyelesaikan kuliah dan berdiri dijenjang selanjutnya, apa mungkin bisa bertahan disuasana kantor seperti ini sebegitu lamanya ya ?. Terus terang untuk saat ini saya sangat menikmati keadaan yang hampir segalanya terpenuhi, berangkat ke kantor dengan sepeda motor yang bahan bakarnya selalu penuh, budaya sarapan pagi dirumah tidak pernah satu kalipun terlewatkan, air bersih yang terus mengalir, makan siang yang tak pernah terlewatkan walau hanya dengan nasi dan tahu orek-oek, pulang dengan keadaan tidak ada beban karena tugas kantor selalu selesai tepat waktu, lalu biaya kuliah yang terpenuhi dengan keringat sendiri, dan masih bisa menyisakan sedikit uang untuk sekedar menabung dan memberi sana sini. Subhanallah, astagfirullohaladzim jangan sampai saya jadi orang yang kufur nikmat.
"Maka nikmat Allah mana lagi yang engkau dustakan"
 Ya Allah lindungi saya dari prasangka mengkufurkan nikmat-Mu dan jauhkanlah saya dari hati hati yang tidak bersyukur, enyahkanlah segala sesuatu yang membuat saya negatif, semoga dengan ini saya bisa istiqomah mencapai semua cita cita yang sedang Engkau rancang untuk saya.
...

Friday, 8 November 2013

mentang mentang cantik

Mentang mentang jahat pandangan itu mulai menatap tajam
Menyusutkan dahi kerling matanya mengadu alis tebal manis gemerlap
Entah apa yang mendadak membuat bulu kuduk merinding menatap wajah itu merengut masam
...
Cantik sekali
...
Mentang mentang jahat lalu memalingkan wajah pasi nya setelah ku pandang balik
Bukan...bukan pandangan mesum macam itu...hanya memandang, menatap keindahan parasnya
Yang mulai merona setelah berpaling dari serangan balik mataku yang mengecil dan senyum tanpa memperlihatkan gigi sama sekali, saat saat seperti itu
...
Cantik sekali
...
Mentang mentang jahat saat mendekatkan diri aku hanya bisa bertanya tanya mengapa kau menjauh, apa yang sebenarnya kau fikirkan
Kemana sebenarnya mata yang selama ini hanya melihat kearahku, telinga yang hanya mendengar suaraku, hidung yang hanya mencium bau tubuhku, dan bibir yang biasanya tak pernah bosan kupandangi
Setelah sekian lama mana mungkin menghilang begitu saja, mungkin ada sesuatu yang mengganggumu, akukah masalahnya ? Atau sudut sudut hatimu sudah di isi manusia picik lain, yang memanfaatkan keadaan diatas keadaan kita
Oh aku bertanya tanya, mengapa kita seperti ini, dari sekarang aku hanya bisa menatap indahnya keindahan keindahan yang diberikan Tuhan ke dunia ini, itu kamu
...
Cantik sekali
...

Thursday, 7 November 2013

Pantai Selatan

Selasa kemarin itu ceritanya tanggal merah Tahun Baru Hijriyah, Muharam ke 1435 saya sempat kesal dan malas harus pergi bekerja karena pergeseran hari libur ke bulan sebelumnya, mau tidak mau saya harus melaksanakan kewajiban. Tapi tunggu dulu ... sebenarnya saya tidak pergi bekerja dan malah meminta cuti dengan sangat mendesak ke atasan. Dengan alasan pergi malam harinya saya mencoba memberanikan diri untuk meminta izin cuti. Tapi alhamdulillah diterima dengan tidak banyak basa basi.
...
Kemarin itu memang ceritanya sangat mendesak, semalam memang saya sedang chatting dengan teman sekolah yang sudah jadi sahabat sampai sekarang sudah 6tahun lebih. Sedang ada kendala tugas kuliah yang katanya mau nyoba mengabadikan adat budaya seserahan sesajen di Pantai Selatan Pelabuhan Ratu. Dia kebingungan karena tidak ada yang bisa menemani pergi kesana, akhirnya saya coba menawarkan diri untuk menemani. Singkat cerita memang saya pergi pagi pagi sekali diantar orang rumah berkendara motor untuk datang kerumahnya, sekitar pukul 6:30 kami memulai perjalanan dengan perlengkapan seadanya karena memang niat kami hanya merekam momen adat disana. Mungkin disana hanya akan menghabiskan waktu seharian dan pulang kembali di sore hari.
...
Perjalanan kesana cukup melelahkan apalagi dengan memakai sepeda motor karena memang harus dalam keadaan duduk dengan sakit pantat sepanjang jalan. Perjalanan pertama memang menyenangkan karena masih pagi jalananpun masih lancar dan memang jalanan kesana pun tidak terlalu macet, melewati banyak pemandangan disekitar dari mulai Cimahi - Padalarang - Cianjur - Sukabumi - Pelabuhan. Karena memang ini pertama kalinya saya pergi kesana. Kami tak kunjung menemukan ataupun merasa mendekat dengan keadaan laut dan mengomel sepanjang jalan karena hanya bisa melihat pegunungan tanpa ada tanda tanda Pelabuhan.
...
Entah setan apa yang hinggap sepanjang jalan saya hanya bisa mengumpat merasakan sakit di pantat dan lama sekali untuk sampai kesana. Setelah berhenti beberapa kali untuk bertanya berapa kilometer lagi untuk sampai disana, kemudian kami sampai di suasana kota di dekat Pelabuhan, karena saya tidak menyadari dan tidak terbayang sebelumnya untuk ukuran Pelabuhan berada di antara perkotaan karena memang sangat janggal. Karena yang saya bayangkan hanya Perkampungan kemudian Laut mungkin sangat sempurna, tapi kali ini perkotaan dan laut yang hanya bisa saya lihat. Oke tak apalah kami bisa menerima keadaan itu, tapi sayangya hari sudah siang dan memang tujuan kami merekam adat budaya sesajen Pantai Selatan pun sudah terlaksana pagi harinya. Kami gagal.
...
Beristirahat sebentar, akhirnya kami memutuskan untuk menikmati saja pemandangan disana dengan mengabadikannya lewat foto dan video, entah apa yang teman saya dapat tapi yang penting saya mendapat ketenangan melihat pemandangan ciptaan Tuhan yang sangat indah dan merekamnya di pelataran memori. Tanpa pikir panjang kami coba menikmati ombak dan mencoba berselancar dengan anak anak baru saja kami kenal yang lebih dulu ada disana. Menyenangkan sekali memang, angin semilir matahari menyengat ombak besar pasir kotor laut asin terumbu keras ... sempurna
...
Semoga dilain kesempatan bisa menikmati hal hal semacam ini lagi, disamping aktivitas yang sangat sibuk memang untuk pergi kemana mana mencari udara segar sangat jarang saya lakukan.
...
Alhamdulillah
...

Wednesday, 6 November 2013

Bahagia Itu Sederhana

Bahagia itu sederhana ...
...
Yaa ... bahagia itu sederhana, sesederhana mendengar kata yang keluar mendayu dari bibir wanita berparas ayu, seraya mendengar lantunan kalimat merajuk entah ditujukkan untuk sesiapa. Ditemani lambaian lambaian tangannya terlihat seperti memainkan orkestra yang membawakan musik opera, tak kumengerti namun bisa kunikmati. Mungkin aku yang terlalu naif hanya bisa memandangi untaian untaian itu berlalu begitu saja tanpa permisi, melewatiku yang hanya bisa melamun memandangi keindahan aura aura kenyamanan yang dipancarkannya, hanya bisa meraba raba bulu bulu halus disekitar tangan yang tak berhenti berdiri tergesek sederetan kalimat keluar dari manis gincu di bibirnya, hanya bisa menyibakan rambut sesekali tak ingin kehilangan momen sepersekian detikpun tanpa melihatnya.
...
Bahagia itu sederhana ...
...
Yaa ... bahagia itu sederhana, sesederhana mengharu biru setelah menonton drama film picisan yang diputar lebih dari beberapa kali dengan alasan film yang bagus, airmata tak pernah bosan mengeluarkan tenaganya mendesak keluar merintik, muka masam hidung mengembang bibir tarik menarik bebas berekspresi asalkan jangan sampai terlihat siapapun.
...
Bahagia itu sederhana ...
...
Yaa ... bahagia itu sederhana, menarik diri dari kerumunan membuat dunia sendiri dan menjadi pemeran utama didalamnya, kemungkinan akan terhanyut sampai tak ada yang bisa menarikmu kembali ke dunia nyata. Menciptakan drama dengan jahitan jahitan disana sini, Tuan Putri yang cantik berambut panjang hanyalah hadiah yang akan diterima kemudian setelah perjuangan besar.
...
Bahagia itu sederhana ...
...

Monday, 24 December 2012

Yang belum tersampaikan

Sebenarnya saat kamu menyapa dengan panggilan yang aneh aku benar benar kurang suka, saat kamu bertingkah yang bukan bukan juga aku terganggu dengan itu, apalagi saat kau bersikap yang seakan akan tidak pernah berpihak padaku itu membuat naik darah saja, bahkan pernah menganggap kau benalu karena segala yang aku lakukan kamu ikut menikmati hasilnya.

Anehnya aku  malah nyaman dengan itu semua, pernah dalam satu keadaan aku  merasa tak bisa bertemu dengan kawan yang lain bila tanpa ditemanimu saking nyamannya berteman denganmu, bahkan setiap orang yang kau singgahi walau hanya sekedar bertegur sapa, suka dengan apa yang kau lakukan itu, mereka bahkan tak bisa lepas dari canda tawamu itu, mereka menikmati setiap kata yang keluar dari bibir renyahmu. Aku hanya bisa tertawa melihat yang lain tertawa, karena itu membuatku bahagia.

Sampai akhirnya aku mengerti itu caramu untuk berinteraksi dengan individu lain, kamu lemah...si lemah yang terlihat kuat...berusaha kuat karena kau tak ingin terlihat lemah dihadapan orang lain. Sampai akhirnya mengerti kalau itu hanya aku yang terlalu berlebihan menganggapmu begitu, aku yang terlalu sensitif dengan apa yang kamu lakukan, aku yang selalu menganggapmu kecil, aku yang sebenarnya iri dengan sifatmu yang membuat mereka nyaman didekatmu, aku yang selalu merendahkan diri dihadapan semua orang, aku yang Maha lemah ini ingin berusaha bersinar didekatmu.

Belum puas dengan apa yang ingin diungkapkan kau sudah memotong dengan hantaman telak, mendadak kau terbaring lemah tak karuan, kabarmu buram menggoncang keadaan sekitarmu, kau tiada. 

25 Desember yang kedua ini tepat disaat aku pertama kalinya melihat seorang sahabat terbujur kaku dibawah kain batik berkapaskan dua buah di hidungnya, pertama kalinya aku mendapati hati terhantam martil yang menelusuk kaku, belum sempat aku meminta maaf maaf maaf maaf yang selalu aku sampaikan disetiap sujud dalam doa. Mata itu yang selalu menebar senyuman pada sekelilingnya dirindukan, sekarang saat semua merindukannya, saat semua mengingat akan kelakuannya, namanya yang selalu disebut, penghargaan yang dikerahkan hanya padanya, kau selalu tersimpan disini