Monday, 9 February 2015

Hujan ≠ Kamu

Sayang, kamu tahu
Kalau Hujan itu kamu, aku tak akan berkedip
merasakan tetes demi tetes
yang kamu tawarkan
menikmatimu

Kalau Hujan itu kamu, aku tak akan pergi
mengalihkan pandanganku
melarikan diri
menjauhimu

Kalau Hujan itu kamu, aku tak akan lupa
setiap kau datang
aku yang tersenyum
mengilhamimu

Sayang, kamu tahu
Kamu memang yang selalu paling tahu ...

Sayangnya kamu bukan,
aku memperlakukanmu dengan caraku sendiri
tidak sederhana karena sulit sekali
tidak pula berlebihan

secukupnya
secukup cinta yang kau inginkan
dan aku bisa berikan
namun spesial

Tuesday, 9 September 2014

Lalu harus apa ?

Terkadang, Tuhan hanya mempertemukan bukan mempersatukan
Kalimat ini saya dengar beberapa hari lalu dalam sebuah postingan akun instagram dengan follower lebih dari 10ribu itu. Kemudian setelah itu entah ada tekanan apa hati-pun tersentak...iya...ini sedang saya rasakan sekarang. Beberapa bulan kemarin kebetulan bertemu dengan seseorang yang dengan pertama kali melihat saja bisa membuat senyum senyum sendiri. Entah kenapa bibir tipis dengan senyum lebar itu membuat saya memandanginya beberapa menit hingga akhirnya disadarkan teman yang duduk bersebelahan. Lalu spontan saja saya bertanya "itu siapa namanya ?"

Jaket jeans biru muda adalah satu satunya yang saya ingat dia pakai hari itu, dengan rambut terurai dan keceriaan yang selalu keluar setiap kali dia berbicara. Semakin membuat penasaran dan hanya bisa melihat tanpa bisa bertanya apapun, bibir kaku ditambah malu lalu apa yang bisa di lakukan, berfikir keras namun hari itu berakhir tanpa ada apapun yang bisa dilakukan, membuat kesan pertama-pun tidak bisa saya lakukan.

Berjalan beberapa bulan sebenarnya sudah ada kemajuan, berhasil melewati tahap perkenalan dan pendekatan, sayangnya tahap itu lama sekali saya jalani, entah kenapa setiap ada kesempatan untuk berbicara serius selalu saya yang diam dan tidak bisa berbicara sepatah kata-pun...Akhirnya sekarang, sampai sekarang hubungan masih belum terbawa ke arah yang serius

Perangai Libra dan Golongan darah O itu ya seperti itu , romantis tapi tidak bisa membawa suasana ke pembicaraan serius, hanya bisa berada didekatnya dan membuat hati nyaman tanpa berani untuk mengatakan isi hati yang sesungguhnya.

Jadi sekarang ceritanya saya hanya ingin minta pendapat pembaca blog ini saja, saya tahu ini persoalan sepele dan cuma tinggal menyatakan saja tapi apa saya sanggup ?? itu yang saya ragukan sampai sekarang ... dan akhirnya hanya bisa nyaman di posisi ini saja saya sudah bahagia.. Lalu harus apa ?

Tuesday, 12 November 2013

Biasakan berdo'a

Rabbanaa aatinaa fiddun yaa hasanatawwafil aakhiroti hasanatawwaqinaa 'adzaa bannaar
Itu do'a yang saya dapat ketika mentoring beberapa hari lalu dengan beberapa teman kantor yang setiap minggunya berkumpul demi mendapatkan ilmu dari pementor yang ilmunya melimpah. Yaa dibandingkan dengan saya memang umurnya itu sedah jauh diatas saya entah berapa tahun, saya yang memang masih dan memang paling muda dari teman teman yang lain. Doa itu yang saya dengar adalah do'a yang selalu Rosulullah S.A.W panjatkan setiap harinya, itu do'a yang seorang panutan dalam hidup manusia ucapkan setiap hari. Itu doa untuk mendapatkan kebaikan di dunia dan akhirat dan untuk kebaikan kehidupan di dunia ini dan kebahagiaan nanti kita di alam baka.
Ya Tuhan Kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka
Seketika saya tersentak, menahan pandangan. Subhanallah saya yang bukan apa apa dan belum tentu mendapatkan kebaikan di dunia dan akhirat saja tidak pernah memanjatkan do'a seperti itu setiap hari. Namun beliau yang hidupnya saja sudah menjadi keajaiban besar, dan matinya sudah dijamin masuk ke Surga-nya Allah, masih memanjatkan do'a seperti itu.
...
Kemudian materi selanjutnya adalah kriteria kebahagiaan di dunia, mungkin saya akan membagikan beberapa materi yang saya tangkap dari mentoring kemarin.
...

1. Hati yang selalu bersyukur
Berdayakanlah hati yang selalu sabar dalam melaksanakan hidup ketika mendapat cobaan dari Allah kemudian bersyukur dari setiap nikmat Allah sekecil apapun. Karena InshaAllah Dia selalu menjaga kita dengan Kuasanya
...
2. Jodoh yang saleh
Disini, kita menganjurkan menjadi jodoh yang sholeh bagi pasangan kita dan atau menjadikan pasangan sholeh karena kita. Berhati hatilah karena jodoh yang tidak sholeh akan menjadi penghalang kita dari rahmat Allah, jangan berhenti berusaha menjadi orang sholeh bersama karena itu lebih indah.
...
3. Anak yang sholeh
Didiklah anak anak kita dengan sebaik baiknya orang tua, berkacalah karena anak kita kelak adalah cerminan diri kita dimasa yang akan datang, berusahalah lebih menjadi orang yang lebih baik lagi.
...
4. Lingkungan ergaulan yang sholeh
Pernah mendengar, apabila bergaul dengan penjual parfum kita akan tercium wangi parfum, apabila kita bergaul dengan pandai besi kita akan tercium bau keringat karena terasa panas dan bisa saja tubuh kita terciprat bubuk besi panas. Penggambaran tersebut jelas kita harus pilih pilih dalam bergaul.
...
5. Harta yang Halal
Berhati hatilah, jangan sampai harta yang tidak halal masuk kedalam perut keluarga kita ataupun anak istri kita, karena itu akan menghambat rezeki yang lainnya, dan dalam beberapa kejadian anak yang diberi makan dengan uang haram bisa menjadi anak yang pembangkang, Naudzubillah.
...
6. Ilmu yang bermanfaat
Orangtua yang cerdas akan menghasilkan anak anak yang cerdas pula. Tidak belajar sampai perguruan tinggipun kalau otaknya berjalan lancar inshaAllah kecerdasan hanya untuk orang orang yang berfikir, sehingga dia berupaya banyak untuk mendapatkan tempat yang layak di dunia dan akhirat.
...
7.Umur yang barokah
langkahkan kaki kita ke tempat tempat yang diridhoi Allah, gunakan tangan kita dengan melakukan amal sholeh, perlakukan lisan kita jangan sampai mengucapkan kata kata yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Gunakan otak kita untuk berfikir dan menjadi orang yang cerdas. Lakukan segala yang bermanfaat di sissa umur kita, inshaAllah Barokah

Sunday, 10 November 2013

Bersyukur

Yep, kantor sudah mulai terasa sepi hari ini setelah beberapa hari lalu 5 orang harus berpindah ke kantor yang baru karena lebih dibutuhkan disana dengan pengalaman dan keahlian mereka, saya yang biasanya membuat onar pagi pagi dengan meminta absen kepada orang yang lebih dulu membuka sambungan internet karena sering datang di menit menit akhir jam masuk kantor, tidak melihat wajah wajah yang biasanya saya lirik setelah masuk ruangan terasa janggal. Sekarang banyak sekali bangku kosong belum terisi dengan orang orang baru yang mana tahu kapan datang ditambah lagi ruangan terlihat lebih besar hanya berisi 7 orang.
...
Kemudian saya, apa memang harus bertahan tanpa perkembangan di tengah tengah comfortzone seperti ini, iya-pun memang banyak tanggung jawab yang memang harus terpenuhi 3tahun kedepan, meyelesaikan kuliah dan berdiri dijenjang selanjutnya, apa mungkin bisa bertahan disuasana kantor seperti ini sebegitu lamanya ya ?. Terus terang untuk saat ini saya sangat menikmati keadaan yang hampir segalanya terpenuhi, berangkat ke kantor dengan sepeda motor yang bahan bakarnya selalu penuh, budaya sarapan pagi dirumah tidak pernah satu kalipun terlewatkan, air bersih yang terus mengalir, makan siang yang tak pernah terlewatkan walau hanya dengan nasi dan tahu orek-oek, pulang dengan keadaan tidak ada beban karena tugas kantor selalu selesai tepat waktu, lalu biaya kuliah yang terpenuhi dengan keringat sendiri, dan masih bisa menyisakan sedikit uang untuk sekedar menabung dan memberi sana sini. Subhanallah, astagfirullohaladzim jangan sampai saya jadi orang yang kufur nikmat.
"Maka nikmat Allah mana lagi yang engkau dustakan"
 Ya Allah lindungi saya dari prasangka mengkufurkan nikmat-Mu dan jauhkanlah saya dari hati hati yang tidak bersyukur, enyahkanlah segala sesuatu yang membuat saya negatif, semoga dengan ini saya bisa istiqomah mencapai semua cita cita yang sedang Engkau rancang untuk saya.
...

Friday, 8 November 2013

mentang mentang cantik

Mentang mentang jahat pandangan itu mulai menatap tajam
Menyusutkan dahi kerling matanya mengadu alis tebal manis gemerlap
Entah apa yang mendadak membuat bulu kuduk merinding menatap wajah itu merengut masam
...
Cantik sekali
...
Mentang mentang jahat lalu memalingkan wajah pasi nya setelah ku pandang balik
Bukan...bukan pandangan mesum macam itu...hanya memandang, menatap keindahan parasnya
Yang mulai merona setelah berpaling dari serangan balik mataku yang mengecil dan senyum tanpa memperlihatkan gigi sama sekali, saat saat seperti itu
...
Cantik sekali
...
Mentang mentang jahat saat mendekatkan diri aku hanya bisa bertanya tanya mengapa kau menjauh, apa yang sebenarnya kau fikirkan
Kemana sebenarnya mata yang selama ini hanya melihat kearahku, telinga yang hanya mendengar suaraku, hidung yang hanya mencium bau tubuhku, dan bibir yang biasanya tak pernah bosan kupandangi
Setelah sekian lama mana mungkin menghilang begitu saja, mungkin ada sesuatu yang mengganggumu, akukah masalahnya ? Atau sudut sudut hatimu sudah di isi manusia picik lain, yang memanfaatkan keadaan diatas keadaan kita
Oh aku bertanya tanya, mengapa kita seperti ini, dari sekarang aku hanya bisa menatap indahnya keindahan keindahan yang diberikan Tuhan ke dunia ini, itu kamu
...
Cantik sekali
...